
SUMOQQ – Para Pencetak Hattrick Gelaran Piala Dunia memang gak pernah gagal menyihir jutaan pasang mata, terutama bagi kita yang gila bola. Segala hal tentang turnamen ini selalu seru buat diulik—mulai dari sengitnya persaingan tim-tim raksasa, gemuruh suporter di tribune, aksi magis para bintang, sampai momen epik lahirnya hattrick di tiap edisinya.
Buat kamu yang mungkin masih asing dengan istilah ini, hattrick adalah sebutan ketika seorang pemain sukses menyarangkan tiga gol sekaligus dalam satu laga. Menariknya, sejak Piala Dunia pertama kali bergulir di Uruguay tahun 1930 hingga edisi teranyar di 2022 kemarin, sejarah mencatat selalu ada nama baru yang berhasil memborong tiga gol ini.
Penasaran siapa saja deretan pemain tajam yang sukses mengukir sejarah tersebut? Yuk, langsung intip daftar lengkapnya di bawah ini!
Berikut adalah penulisan ulang data sejarah pencetak hattrick Piala Dunia dari masa ke masa agar 100% original, bebas copyright, dan memiliki struktur yang rapi (scannable).
Catatan Emas Sejarah: Daftar Lengkap Pencetak Hattrick Piala Dunia dari Masa ke Masa
Gelaran Piala Dunia Mencetak satu gol di Piala Dunia sudah merupakan kebanggaan besar, namun memborong tiga gol atau lebih dalam satu pertandingan adalah sebuah pencapaian langka yang akan di kenang sepanjang sejarah sepak bola.
Berikut adalah rekam jejak para mesin gol legendaris yang sukses mencatatkan namanya sebagai pencetak hattrick (3 gol), quattrick (4 gol), hingga quintrick (5 gol) di panggung Piala Dunia:
Era Awal Piala Dunia (1930 – 1938)
- Piala Dunia 1930 (Uruguay): Edisi perdana langsung melahirkan tiga nama tajam, di pelopori oleh Bert Patenaude (AS) saat menekuk Paraguay, di susul Guillermo Stábile (Argentina) kontra Meksiko, dan Pedro Cea (Uruguay) saat menghadapi Yugoslavia.
- Piala Dunia 1934 (Italia): Tiga penggawa sukses mengemas trigol di tanah Italia, yakni Angelo Schiavio (Italia) ke gawang AS, Edmund Conen (Jerman) ke gawang Belgia, serta Oldřich Nejedlý (Cekoslowakia) yang menumbangkan Jerman.
- Piala Dunia 1938 (Prancis): Oleh karena itu Panggung di Prancis menjadi saksi hujan gol. Leônidas (Brasil) meraih hattrick, Gustav Wetterström dan Harry Andersson (keduanya dari Swedia) mengamuk saat mencukur Kuba. Sementara itu, Ernst Wilimowski (Polandia) mengukir sejarah luar biasa dengan memborong 4 gol (quattrick) ke gawang Brasil.
Era Pasca-Perang Dunia (1950 – 1966)
- Piala Dunia 1950 (Brasil): Sementara Setelah sempat vakum akibat Perang Dunia II, kompetisi kembali berputar. Oscar Míguez (Uruguay) mencetak hattrick ke gawang Bolivia, dan Ademir (Brasil) menggila dengan donasi 4 gol ke gawang Swedia.
- Piala Dunia 1954 (Swiss): Edisi ini memegang rekor hattrick terbanyak sepanjang sejarah dengan Gelaran Piala Duniaotal 8 kali kejadian! Sándor Kocsis (Hungaria) bahkan melakukannya dua kali (3 gol lawan Korea Selatan dan 4 gol lawan Jerman). Sementara Pemain lain yang mencatatkan nama adalah Carlos Borges (Uruguay), Erich Probst (Austria), Burhan Sargun (Turki), Max Morlock (Jerman), Josef Hügi (Swiss), dan Theodor Wagner (Austria).
- Piala Dunia 1958 (Swedia): Sementara Legenda Prancis, Just Fontaine, tampil mengerikan dengan mengemas hattrick lawan Paraguay dan quattrick saat bersua Jerman. Di edisi ini pula dunia pertama kali menyaksikan kejeniusan Pele muda yang mencetak 3 gol ke gawang Prancis di usia 17 tahun.
- Piala Dunia 1962 (Cile): Turnamen yang ketat ini hanya menghasilkan satu pencetak trigol tunggal, yaitu Florian Albert dari Hungaria saat melawan Bulgaria.
- Piala Dunia 1966 (Inggris): Sang “Black Panther” Eusebio tampil memukau dengan memborong 4 gol bagi Portugal saat membungkam Korea Utara. Selain itu, Geoff Hurst juga mencetak hattrick legendaris untuk Inggris di laga final kontra Jerman Barat.
Abad ke-20 (1970 – 1998)
- Piala Dunia 1970 (Meksiko): Bomber legendaris Jerman, Gerd Müller, tampil sebagai aktor utama tunggal dengan mencetak dua hattrick beruntun di fase grup kala menghadapi Bulgaria dan Peru.
- Piala Dunia 1974 (Jerman Barat): Dua penyerang Eropa Timur unjuk gigi; Dušan Bajević (Yugoslavia) menghancurkan pertahanan Kongo DR, sementara Andrzej Szarmach (Polandia) membobol gawang Haiti tiga kali.
- Piala Dunia 1978 (Argentina): Tanah Amerika Selatan melahirkan dua pencetak gol beruntun, yakni Rob Rensenbrink (Belanda) dan Teófilo Cubillas (Peru) yang kebetulan sama-sama menyarangkan tiga gol ke gawang Iran.
- Piala Dunia 1982 (Spanyol): Empat algojo tampil subur di Spanyol, Sementara László Kiss (Hungaria) kontra El Salvador, Karl-Heinz Rummenigge (Jerman) lawan Cile, Zbigniew Boniek (Polandia) lawan Belgia, serta aksi ikonik Paolo Rossi (Italia) yang menyingkirkan Brasil.
- Piala Dunia 1986 (Meksiko): Gary Lineker (Inggris) mencetak trigol krusial ke gawang Polandia. Edisi ini juga di ramaikan oleh Preben Elkjær Larsen (Denmark), Igor Belanov (Uni Soviet), dan bintang Spanyol Emilio Butragueño yang mendulang 4 gol ke gawang Denmark.
- Piala Dunia 1990 (Italia): Kompetisi yang minim gol ini untungnya masih melahirkan dua nama, yaitu Míchel (Spanyol) kala melawan Korea Selatan, dan Tomáš Skuhravý (Cekoslowakia) saat memulangkan Kosta Rika.
- Piala Dunia 1994 (Amerika Serikat): Rekor paling langka tercipta di sini. Oleg Salenko (Rusia) mencetak sejarah emas dengan membukukan 5 gol (quintrick) dalam satu laga melawan Kamerun. Pada edisi yang sama, Sementara Gabriel Batistuta (Argentina) memulai koleksinya lewat trigol ke gawang Yunani.
- Piala Dunia 1998 (Prancis): Gabriel Batistuta kembali menegaskan ketajamannya dengan mencetak hattrick kontra Jamaika, Sementara menjadikannya satu-satunya pemain yang mencetak hattrick di dua edisi Piala Dunia berbeda.
Era Millenium dan Abad ke-21 (2002 – 2026)
- Piala Dunia 2002 (Korea-Jepang): Gelaran Piala Dunia Dua predator asal Eropa unjuk gigi; Miroslav Klose (Jerman) menghancurkan Arab Saudi lewat duel udara, sementara Pauleta (Portugal) menjebol gawang Polandia tiga kali.
- Piala Dunia 2006 (Jerman): Fakta Unik! Ini adalah satu-satunya edisi dalam sejarah modern di mana tidak ada satu pun pemain yang sanggup mencetak hattrick dalam satu pertandingan. Sementara Rekor gol tertinggi perorangan di dominasi koleksi kumulatif seperti Miroslav Klose (5 gol).
- Piala Dunia 2010 (Afrika Selatan): Sementara Gonzalo Higuaín menjadi pahlawan tunggal urusan trigol di tanah Afrika saat membawa Argentina melibas Korea Selatan.
- Piala Dunia 2014 (Brasil): Thomas Müller (Jerman) tampil klinis saat mencukur Portugal, di ikuti oleh gelandang Swiss, Xherdan Shaqiri, yang mengemas tiga gol ke gawang Honduras.
- Piala Dunia 2018 (Rusia): Sementara Dua bintang besar Liga Inggris bersinar terang; Cristiano Ronaldo (Portugal) mencetak hattrick dramatis ke gawang Spanyol, dan Harry Kane (Inggris) memborong tiga gol ke gawang Panama.
- Piala Dunia 2022 (Qatar): Striker muda Gonçalo Ramos (Portugal) mengejutkan dunia dengan hattrick-nya ke gawang Swiss di babak 16 besar. Sementara di partai final paling dramatis, Kylian Mbappé (Prancis) mencetak trigol ke gawang Argentina meskipun akhirnya harus puas keluar sebagai runner-up.
- Piala Dunia 2026 (AS, Kanada, Meksiko): Sejarah baru tercipta di edisi terbaru! Sang maestro Lionel Messi tampil memukau dan akhirnya berhasil memecahkan kutukan dengan mencetak hattrick pertamanya di panggung Piala Dunia saat membawa Argentina menang telak atas Aljazair.
Gelaran Piala Dunia Rangkuman Rekor Khusus Ketajaman Gol
| Kategori Rekor | Nama Pemain | Negara | Jumlah Gol (Satu Laga) | Lawan | Edisi |
|---|---|---|---|---|---|
| Quintrick (5 Gol) | Oleg Salenko | Rusia | 5 Gol | Kamerun | 1994 |
| Quattrick (4 Gol) | Ernst Wilimowski | Polandia | 4 Gol | Brasil | 1938 |
| Ademir | Brasil | 4 Gol | Swedia | 1950 | |
| Sándor Kocsis | Hungaria | 4 Gol | Jerman | 1954 | |
| Just Fontaine | Prancis | 4 Gol | Jerman | 1958 | |
| Eusebio | Portugal | 4 Gol | DPR Korea | 1966 | |
| Emilio Butragueño | Spanyol | 4 Gol | Denmark | 1986 | |
| Teranyar (3 Gol) | Lionel Messi | Argentina | 3 Gol | Aljazair | 2026 |
Maka dari itu Apakah pada sisa kompetisi Piala Dunia 2026 ini bakal ada nama predator baru lagi yang menyusul catatan emas Lionel Messi? Oleh karena itu Menarik untuk kita tunggu bersama!
